A. JUDUL PERCOBAAN
URINE
B.
TUJUAN PERCOBAAN
Untuk
menentukan zat-zat organik pada urine
C.
LANDASAN TEORI
Urine merupakan cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal
yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.
Ekskresi urine diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang
disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis cairan tubuh. Namun, ada
juga beberapa spesies yang menggunakan urine sebagai sarana komunikasi
olfaktori. Urine disaring didalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kantung
kemih, akhirnya dibuang melalui tubuh melalui uretra (Anonim, 2010).
Urine dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk cairan yang
mengandung air, berbagai jenisgaram, senyawa nitrogen organik seperti urea,
kreatinin, serta asam urat sebagai hasilmetabolisme. Setiap hari manusia
mengeluarkan urine sekitar 1-1,5 liter dengan kadar zat kering 40-50 gram. BD
urine adalah 1,0003-1,025 (Tim Dosen Biokimia, 2010 : 18).
Penyinaran dengan cahaya matahari atau ultraviolet mengurangi
endapan perak klorida, yang menjadi abu-abu atau hitam karena terbentuknya
logam perak.
AgCl > 2 Ag
+ Cl2
Reaksi ini
lambat dan mekanismereaksi yang sesungguhnya sangatlah rumit. Halida perak yang
lain menunjukkan sifat-sifat yang serupa. Fotografi didasarkan atas reaksi ini.
Dalam kamera, proses-proses ini hanya dimulai dari bahan foto harus
dikembangkan untuk menyelesaikan reaksi. Partikel-partikel perak yang abu-abu
atau hitam muncul pada tempat-tempat yang telah disinari cahaya, maka
diperolehnya gambaran negatif dari objek. Kelebihan perak halida harus
dihilangkan (agar negatif yang telah dikembang takpeka lagi terhadap cahaya),
yaitu dengan memfiksasi (Svehla, 1985 : 218).
Analisis urine secara fisik meliputi pengamatan warna urine, berat
jenis cairan urine, dan pH serta suhu urineitu sendiri. Sedangkan analisis
kimiawi dapat meliputi analisis glukosa, analisis protein dan analisis pigmen
empedu. Untuk analisis kandungan protein ada banyak sekali metode yang
ditawarkan mulai dari metode uji milon sampai kuprisulfa dan sodium basa. Yang
terakhir adalah analisis secara mikroskopik. Sampel urine secara langsung
diamati dibawah mikroskop sehingga akan diketahui zat-zat apa sajayang
terkandung didalam urine tersebut, misalnya, kalsium pospat, serat tanaman,
bahkan bakteri (Anonim, 2010).
Urine mengenal protein dilakukan uji biuret yang menggunakan pereaksi Cu2+(aq)
encer dalam NaOH pekat dan memberikan warna ungu. Warna ungu ini disebabkan
oleh terbentuknya senyawa kompleks dengan ion pusat Cu2+ dan
gugus-gugus –NH2 pada protein sebagai ligan. Uji lain untuk mengenal
protein adalah uji xantoprotein dengan HNO3 pekat dan NaOH pekat,
menghasilkan warna kuning yang berubah merah tua (Liliasari, 1995 : 177).
Hans krebs dan Kurt Henseleit pada tahun 1932 mengemukakan serangkaian
reaksi kimiatentang pembentukan urea. Mereka berpendapat bahwa urea terbentuk
dari amonia dan karbondioksida melalui serangkaian reaksi kimiayang berupa
siklus, yang mereka namakan siklus urea. Pembentukan urea ini terutama
berlangsung dalam air, bersifat netral, terdapat dalam urine yang dikeluarkan
dari dalam tubuh (Poedjiadi,Anna, 2006 : 321).
Menurut Anonim (2010), ciri-ciri warna urine yang tidak sehat yaitu :
1. Merah muda,
atau merah kecoklatan
2. Kuning gelap
atau orange
3. Coklat
bening dan gelap
4. Hijau atau
biru
D.
ALAT DAN BAHAN
1. Alat
:
a. Rak tabung reaksi 1 buah
b. Tabung reaksi 10 buah
c. Gelas ukur 50 ml 1
buah
d. Gelas ukur 10 ml 2 buah
e.
Labu erlenmeyer 250 ml 2 buah
f.
Labu semprot
g. Gelas kimia 800 ml dan
250 ml 2 buah
h.
Bunsen, kasa asbes
i. Penjepit tabung
j. Kaca arloji
k. Batang pengaduk
l. Selang
m. Pipet tetes
2. Bahan
:
a. AgNO3
0,1 M
b. Ammonium
molibdat
c. HNO3
pekat
d. BaCl2
0,1 M
e. HCl
0,1 M
f.
NaOH 0,1 M, 1 M, & 2,5 M
g. Kertas
lakmus
h. Asam
asetatp.a dan 0,1 M
i.
Sampelurine
j.
NH4OH pekat dan 1 M
k. (NH4)2SO4
padat & jenuh
l.
Natrium nitroprusiad 5 %
m. Pereksi
benedict
n. Pereaksi
tollens
o. Pereaksi
fehling
p. Urea
padat
q. CuSO4
0,01 M
r.
Pereaksi Nessler
s. Glukosa
1%
t.
Ammonium oksalat
u. Barium
hidroksida
E.
PROSEDUR KERJA
Penentuan zat-zat organik
1. Cl-
Memasukkan 3 ml urine dalam tabung reaksi,
kemudian menambahkan 5 tetes AgNO3 encer. Mengamati.
2. PO43-
Memasukkan 3 ml urine dalam tabung reaksi,
kemudian menambahkan 1 ml ammonium molibdat dan beberapa tetes HNO3
pekat. Mengamati
3. SO42-
Memasukkan 3 ml urine dalam tabung reaksi,
kemudian menambahkan 3 tetes BaCl2 0,1 M dan 3 tetes HCl 0,1 M.
Mengamati lalu menyaringnya. Menyimpan filtratnya.
4. NH4+
Memasukkan 3 ml urine dalam tabung reaksi,
kemudian menambahkan setetes demi setetes NaOH 0,1 M sampai suasana basa.
Membagi dua, bagian pertama dipanaskan sambil alirkan gas yang terbentuk
kedalam larutan Ba(OH)2. Bagian kedua, panaskan sambil dialirkan gas
yang terbentuk kedalampereaksi Nessler. Mengamati.
5. Ca2+
Memasukkan 5 ml urine dalam tabung reaksi.
Menambahkan 3 tetes ammonium oksalat jenuh dan beberapa tetesasam
asetat.mengamati.
6. Mg2+
Memasukkan 10 ml urine dalam tabung
reaksi, menetesi NaOH 0,1 M sampai suasana basa, menetesi dengan asam asetat
0,1 M sampai suasana asam. Menambahkan ammonium oksalat jenuh sampai terbentuk
endapan. Meenyaring, filtrat ditambah NH4OH 1 M, jika tidak ada
endapan tutup dengan kapas dan biarkan semalam.
7. Tes
Nitroprusid Kreatinin
Memasukkan 5 ml urine kedalam tabung
reaksi, menambahkan 5 tetes natrium nitroprusit 0,1 M. Menambahkan NaOH 1 M
tetes demi setetes sampai warna merah terbentuk. Didihkan. Mengasamkan dengan
hati-hati dengan asam asetat glasial lalu panaskan selama satu menit. Mencatat
semuaperubahan yang terjadi.
8. Tes
Terhadap Badan-badan Keton
Menjenuhkan 10 ml urine dengan (NH4)2SO4
padat. Menambahkan 2-3 tetes na-nitroprusid 5% dan 1-2 ml NH4OH pekat.
Mencampurkan dengan baik, membiarkan selama 30 menit. Mengamati perubahan yang
terjadi.
9. Tes
Gula-Gula pereduksi
Mengambil3 tabung reaksi lalu mengisi
dengan 5 tetes urine. Menambahkan masing-msing dengan 5 ml pereaksi benedict,
fehling dan tollens. Memasukkan dalam penangas air sampai mendidih beberapa
saat. Mengulangi percobaandengan mengganti urine dengan glukosa 1%.
10. Pembentukan Biuret
Memanaskan 1 gram urea dalam tabung
reaksi.memperhatikan bau yang timbul setelah melebur, melanjutkan pemanasan
sampai membeku. Mendinginkan dan menambahkan 2 ml aquadest, mengocok lalu
menambahkan 1 ml NaOH 2,5 N dan menambahkan tetes demi setetes CuSO4
0,01 M sampai terjadi perubahan warna.
F.
HASIL PENGAMATAN
Penentuan zat-zat organik
1. Cl-
Urine (kuning) 3 ml + AgNO3 encer (bening)
larutan keruh, endapan putih
2. PO43-
3 ml urine (kuning) +
1 ml ammonium molibdat (bening) + 3 tetes HNO3(p) Larutan hijau muda, endapan putih
3. SO42-
3 ml urine (kuning) + 3 tetes BaCl2
0,1 M + 3 tetes HCl 0,1 M
putih keruh, ada endapan
4. NH4+
3 ml urine (kuning) + 5 tetes NaOH +
1. Tabung I larutan urine
+ Ba(OH)2
larutan warna putih, ada endapan. 2.
Tabung II larutan urine + pereaksi Nessler -----
larutan orange, ada endapan
5. Ca2+
5 ml urine + 3 tetes (NH4)2C2O4
+ 3 tetes CH3COOH(p)
larutan kuning
6. Mg2+
5 ml urine + beberapa tetes NaOH 0,1 M + suasana basa + beberapa tetes CH3COOH
0,1 M suasana asam + (NH4)2C2O4
sampai terbentuk endapan filtrat + NH4OH 1 M ----------- terbentuk
endapan
7. Tes
Nitroprusid Kreatinin
5 ml urine + 5 tetes na-nitroprusid 0,1 M
+ NaOH 1M
larutan
kemerahan + asam asetat glasial (3 tetes)
biru kehijauan
8. Tes
Terhadap Badan-badan Keton
10 ml urine + (NH4)2SO4
padat larutan jenuh + 3 tetes na-nitroprusid 5% + 2
ml NH4OH pekat
laruta bening > positif terbentuk 2 lapisan (lap.
Atas kuning, lap. Baawah bening) dan terbentuk cincin orange
9. Tes
Gula-Gula pereduksi
Ø 5 tetes urine + 5 ml
benedict
larutan biru tua
endapan merah bata
Ø 5 tetes urine + 5 ml tollens
larutan putih keruh
cermin
perak
Ø 5 tetes urine + 5 ml fehling
A
larutan biru muda
hijau
Ø 5 tetes urine + 5 ml fehling
B
larutan bening
hijau
Urine diganti dengan glukosa dan diperoleh hasil yang sama dimana urine
mengandung glukosa.
10. Pembentukan Biuret
1 gram urea bau amonia putih + 2 ml aquadest + 1 ml NaOH 2,5
N
larutan bening + CuSO4 0,01 M (hijau)
Larutan ungu
G.
PEMBAHASAN
Percobaan ini berfungsi untuk menentukan zat-zat organik pada
urine. Pada penetuan Cl-, urine direaksikan dengan AgNO3
encer yang berfungsi untuk membentuk endapan putih dari AgCl. Adapun reaksi
yang terjadi yaitu :
Cl-
+ AgNO3 ---------à AgCl
+ NO3-
Pada penentuan PO43-, urine ditambahkan
dengan ammonium molibdat yang berfungsi untuk menghasilkan endapan berwarna
putih, kemudian ditambahkan dengan HNO3 pekat yang menghasilkan
warna hijau. Adapun reaksi yang terjadi yaitu :
H3PO4
+ 12 (NH4)2MoO4 + 21 HNO3
------à [(NH4)2PO4.12MoO4.6H2O]
+ 21 NH4NO3 + H2O
Pengujian SO42-, urine ditambahkan dengan
BaCl2 akan menghasilkan endapan putih kemudian ditambahkan dengan
HCl yang berfungsi untuk mengasamkan larutan.adapun reaksi yang terjadi yaitu :
SO42-
+ BaCl2 + HCl ------à BaSO4
+ 3 Cl- + H+
Penentuan NH4+, urine yang ditambahkan
dengan NaOH sampai suasana basa, kemudian larutan tersebut dibagi menjadi dua
bagian pada dua tabung reaksi. Pada tabung pertama dipanaskan sambil dialirkan
gas yang terbentuk kedalamlarutan Ba(OH)2 menghasilkan larutan
berwarna putih dan terdapat endapan. Dimana endapan tersebut merupakan endapan
Ba2+. Adapun reaksinya :
NH4+ + OH-
---à
NH3 + H2O
NH4+ + Ba(OH)2 ---à
NH4OH + Ba2+
Sedangkan
pada tabung II dipanaskan dan dialirkan gas kedalam pereaksi Nessler
menghasilkan larutan berwarna orange dan terdapat endapan yang merupakan
endapan merkurium (II). Adapun persamaan reaksinya :
NH4+
+ 2HgI42- + 4OH-
-----à HgO.Hg(NH2)I
+ 7 I- + 3 H2O
Pada pengujian Ca2+, urine ditambahkan dengan
ammonium oksalat dan asam oksalat menghasilkan larutan berwarna kuning. Untuk
uji positif ditandai dengan terbentuknya endapan putih dari kalsium oksalat.
Adapun reaksinya yaitu :
Ca2+
+ (NH4)2C2O4
----à CaC2O4
+ 2 NH4+
Endapan kalsium oksalat
Pada pengujian Mg2+, urine ditambahkan dengan NaOH
sampai suasana basa, kemudian ditambahkan dengan CH3COOH sampai
suasana asam. Setelah itu ditambahkan dengan (NH4)2C2O4
sampai terbentukendapan MgC2O4 yang berwarna putih.
Adapun reaksi yang terjadi yaitu :
Mg2+
+ 2 NaOH -----à Mg(OH)2
+ 2 Na+
Mg(OH)2
+ CH3COOH ---à CH3COO-
+ Mg2+ + H2O
Mg2+
+ (NH4)2C2O4 ---à
MgC2O4 + 2 NH4+
Pada pengujian nitroprusid kreatinin, urine ditambahkan
natrium nitroprusid dan NaOH menghasilkan larutan berwarna merah kemudian
dipanaskan dan ditambahkan dengan asam asetat glasial hingga diperoleh larutan
berwarna biru kehijauan, dimana warna biru karena terbentuknya biru prusian.
Adapun reaksi yang terjadi yaitu :
Na[Fe(CN)5NO]
+ NaOH + 2CH3COO- ----à
2CH3COONa + [Fe(CN)5NO]2+ + OH-
Pada pengujian terhadap badan-badan keton, akan diketahui
keberadaan gugus keton pada urine. Pertama urine ditambahkan dengan (NH4)2SO4
padat sampai larutan jenuh, kemudian ditambahkan dengan na-nitroprusid dan NH4OH
pekat dan diperoleh larutan bening. Kemudian didiamkan selama 30 menit
diperoleh dua lapisan, lapisan atas berwarna kuning dan lapisan bawah bening
dan juga terbentuk cincin orange. Pengujian
positif jika diperoleh larutan berwarna ungu sesuai reaksi berikut :
(NH4)2SO4 +
Na2Fe(CN)3NO + NH4OH
----à
Na2SO4 + Fe(CN)3NO + H2O
Hal ini terjadi
karena larutan yang digunakan sudah terkontaminasi dengan larutan lain atau
udara luar.
Pada pengujian gula-gula pereduksi, digunakan pereaksi benedict, pereaksi
tollens dan pereaksi fehling.
Ø Untuk pereaksi benedict, urine
ditambahkan dengan pereaksi benedict menghasilkan larutan berwarna biru,
kemudian dipanaskan dan diperoleh endpan merah bata yang merupakan uji positif
dari benedict dimana Cu2+ direduksi menjadi Cu+ yang
berwarnamerah bata.
Ø Untuk pereaksi tollens, urine
ditambahkan dengan pereaksi tollens menghasilkan larutan putih keruh yang
menandakan pengujian negatif, kemudian dipanaskan diperoleh cermin perak,
dimana Ag+ direduksi menjadi Ag. Adapun reaksi yang terjadi yaitu :
Ø Untuk uji fehling, urine
ditambahkan dengan feehling A dan fehling B menghasilkan warna biru, kemudian
dipanaskan diperoleh larutan hijau.
Hal
ini disebabkan karena larutan yang digunakan sudah terkontaminasi dengan
larutan lain.
Kemudian mengganti urine dengan glukosa dan dilakukan
pengujian dengan benedict, tollens dan fehling dan diperoleh hasil yang sama,
ternyata urine mengandung glukosa.
Pada pengujian biuret, urine dipanaskan (bau amonia) hingga
melebur dan berbau amonia, kemudian dilanjutkan pemanasan hingga urea
membeku kembali. Setelah dingin ditambahkan dengan aquadest, NaOH dan CuSO4
menghasilkan warna ungu. Hal ini menandakan ada biuret dalam larutan. Adapun
reaksi yang terjadi yaitu :
O
O
NH2-C-NH2 + NH2-C-NH2
NH2-C-NH-C-NH2 + NH3
O
H.
PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan dapat disimpulkan :
a. Urine
mengandung ion Cl-, PO43-, SO42-, NH4+, dan Mg2+
b. Urine
mengandung senyawa keton
c. Urine
mnegandung gula-gula pereduksi
d. Biuret
dapat dibuat dari urea
2. Saran
Sebaiknya praktikan
lebih teliti dalam percobaan agar diperoleh data yang lebih akurat dan selalu
menjaga kebersihan.
No comments:
Post a Comment