A.
JUDUL
PERCOBAAN
SALIVA
B.
TUJUAN
PERCOBAAN
Untuk
menguli dan membuktikan adanya zat yang terdapat dalam saliva melalui tes musin
dan ptialin, senyawa organik penyusun saliva dan efek senyawa yang menghammbat
bakteri pada amilase saliva.
C.
LANDASAN
TEORI
Kelenjar akseseris sistem pencernaan
mamalia adalah tiga pasang kelenjar ludah (salivary gland), pankreas dan hati
(liver), dan organ penyimpananya. Kantung empedu (gallbladder) denagan manusia
sebagai contoh, sekarang kita akan mengikuti makanan melalui saluran pencernaan
dan melihat lebih rinci apa yang terjadi pada makananitu masing – masing
stasiun pengolahan disepanjang saluran pencernaan itu. Pencernaan makanan
secara fisik dan kimiawi dimulai dari mulut selama pengolahan giligi dengan
berbagai macam bentuk akan memotong, melumat dan menggerus makanan dan membuat
makanaan tersebut lebih mudah ditelan dan memproseses permukaannya (Capbell;
2004; 29-30)
Bagian terbesar makanan yang kita
makan terdiri dari kompleks karbohidrat, kompleks lipid, protein dan asam
nukleat yang umumnya terlalu besar untuk diserap oleh jaringan tibuh tampa
jaringan lebih lanjut. Organ dalam sistem pencernaan menghidrolisis bahan
tersebut menjadi molekul lebih sederhana yang dapat diserap kedalam aliran
darah dan diangkat kesel – sel tubuh. Jika makanan diikunyah dengan benar,
bahan ini bercampur sempurna dengan ludah yang dikeluarkan oleh kelenjar ludah.
Orang dewasa rata-rata mengeluarkan hampir 1,5 liter ludah perhari ludah
tersebut terdiri dari sekitar 99% air dan PH nya sekitar diatas 7 ludah yang
mengandung sedikit garam dan juga protein, yaitu musin amilase ludah (ptialin).
Musin adalah glikopotein menjadi disakarida maltosa. Pencernaan lemak protien
atau asam nukleat tidak berlangsung dimulut (Willbraham; 1992 ; 303).
Kelenjar yang ada disekita mulut
mengeluarkan cairan yang disebut saliva atau ludah. Ada tiga kelenjar yang
mengeluarkan saliva yaitu kelenjar parotid, kelenjar submandibular,kelenjar
sublingual, Kelenjar sublingual
adalah kelenjar saliva yang paling
kecil. Terletak dibawah lidah bagian depan. Kelenjar Parotid adalah kelenjar
saliva paling besar dan terletak pada bagian atas mulut didepan telinga. Saliva
adalahcairan yang lebih kental dari pada cairan lainnya. Saliva terdiri atas
99,24% air dan 0,58% terdiri atas ion – ion Ca+, Mg+, Na+,
K+, PO, Cl+, HCO3, SO dan zat- zat organik
seperti usin dan enzim amilase atau ptialin. Musin atau glikoprotein
dikeluarkan oleh kelenjar sublingual dan kelenjar subman dibular, sedangakan
ptialin dikeluarkan kelenjar parotid.Saliva mempunyai PH antara 5,75-7,05. Pada
umumnya PH saliva adala dibawah 7 (Poedjiadi; 2007; 235)
Pemecahan makanan polisakarida pada
manusia dimulai didalam mulut, tempat amilase air liur menghidrolisiskan
beberapa dari ikatan 1-4 glikosida. Sedikit pemecahan lebih lanjut dari
karbohidrat, terjadi hingga makanan mencapai usus kecil, tempat bagian
terbasar dari pemecahan pati berlangsung
(Soendoro; 1989;239)
Pengetahuan saliliva adalah dasar dari
sebuah penatalaksanaan setiap kasus yang ada dalam rongga mulut, sesperti
contohnya dalam prosedur penumpatan harus memblokir saliva yang menngenai darah
yang ditumpot. Maka sangat perlu sekali memahami akan beberapa kareteristik
dari saliva itu sendiri (Anonim; 2010).
Saliva adalah suatu cairan oral yang
kompleks dan tidak berwarna yang terdiri dari campuran sekresi dan kelenjar
ludah yang besar dan kecil yang ada pada mukase oral. Saliva dapat disebut juga
kelenjar ludah atau air liur. Semua kelenjar ludah mempunyai fungsi untuk membantu
mencerna makanan dengan mengeluakan suatu sekret yang disebut saliva (Anonim;
2010).
Saliva memainkan peran yang penting
dalam berbagi proses biolis yamg terjadi dalam rongga mulut , diantaranya
sebagai pelumas, penguyahan dan penelanan makanan, aksi dari pembersihan dan
perlindungan dari karies gigi. Selain
itu fungsi saliva juga menjadi sangat penting karina saliva juga dapat
digunakan untuk mendiaknosa penyakit oral dan sistemik (Anonim; 2010).
D.
ALAT DAN
BAHAN
1.
Alat
a.
Gelas
ukur 10 ml (2 buah) dan 50 ml (1 buah)
b.
Gelas kimia
250 ml dan 500 ml
c.
Corong
d.
Bunsen, kasa
dan kaki tiga
e.
Botol semprot
f.
Batang
pengaduk
g.
Tabung reaksi
(10 buah) + rak tabung
h.
Termometer
100oC
i.
Pipet tetes
2 Bahan
a.
Saliva
b.
CHCOO3
0,1M dan 2N
c.
Aquades
d.
Pereaksi
millon
e.
Pereaksi
benedict
f.
Pereaksi
Molish
g.
FeCl2 0,1M
h.
HCl pekat
i.
HgCl 1%
j.
HNO3
encer
k.
AgNO3
0,5M
l.
Pereaksi Am.
molibdat
m.
BaCl 5%
n.
NH4C2O5 4%
o.
Larutan pati
1%
p.
Larutan I2
0,01 M
q.
NaCl 0,1 M
r.
Larutan
buffer (PH 7 dan 8)
s.
Tuluen
t.
Kloroform
u.
Fenol 2 %
v.
NaF
w.
Kertas saring
x.
Es batu
y.
Tissue
E.
CARA KERJA
1.
Tes musin
a.
Memasukkan 5
ml saliva dalam tabung reaksi
b.
Menambahkan 2
tetes asam asetat 0,1M dan menggunakan air sebagai kontrol
c.
Memisahkan
endapan dan mengji pereaksi millon, benedict dan molish
2.
Tes tiosianat
a.
Menambahkan 5
tetes larutan FeCl3 0,1M dan 1 tetes HCl pekat kedalam 5 ml saliva dalam tabung
reaksi
b.
Menggunaka
air percobaan sebagai kontrol untuk menghindarkan adanya warna merah yang
disebkan oleh FePO4
c.
Menambahkan 5
tetes HgCl 1% yang akan membentuk Hg (II) tiosianat yang tidak berwarna
3.
Tes penyusun
senyawa Anorganik saliva
a.
Menambahkan
asam asetat 2 N tetes demi tetes kedalam 15 ml saliva sampai campuran keruh
atau terbentuk endapan
b.
Memanaskan
sampai mendidih kemudian disaring
c.
Memeriksa
filtrat terhadap adanya Cl-, PO43-, SO42- dan Ca2+ dengan menggunakan 3 ml
filtrat untuk masing – masing pemeriksaan.
Ø Untuk memeriksa ion Cl-, Mengasamkan filtrat
dengan HNO3 encer dan memberi beberapa tetes AgNO3 0,5 M
Ø Untuk memeriksa PO4,mengasamkan filtrat dengan
HNO3 encer dan menambah 1ml
preaksi amonium molibdat dan
memanaskan
ØUntuk ion SO4 mengasamkan filtrat HNO3 encer untuk menanbah 1 ml larutan BaCL2 5%
Ø Untuk ion CA ++ menambah filtrat 1 ml larutan NH4
oksalat 4%
4.
Tes pengaruh
temperatur terhadap aktivitas ptralin
a.
Menambahkan
masingh – masing 5 ml larutan pati 1%
kedalam 4 tabung yang bersih
b.
Memasukan
tabung reaksi itu yang pertama kedalam
air es ,kedua , ketiga pada penangas air
dengan suhu 380 C
c.
Menambah dua
tetes saliva encer (1:9) kedalam tabung –tabung itu dan mencampurnya dengan
baik
d.
Menabah dua
tetes saaliva encer yang telah dipanaskan
dalam penangas air yang mendidih selama 5 menit kedalam tabung no. 4
e.
Mengambil
sampel dari setiap tabung dan memeriksa
2 tetes laruta I2 0,01 m dalam setiap interval 5 menit kemudian
mencatat kecepatan pemecahan
5.
Tesn
Estimasiptialin
a.
Menambahkan 2
ml larutan NaCl 0,1 M kedalam 10 ml
larutan pati 1% dan menenpatkan pada pemanas air pada suhu 38oC
b.
Menyiapkan 8
tabung reaksi yang masing – masing berisi 3 ml air dan 3 tetes larutan I2 0,01M
c.
Menanbahkan 1 ml saliva yang telah diencerkan (1;9)
kedalam tabung yang berisi pati
d.
Menambik
dengan pipet tetes campuran pati dan saliva selang waktu 30 detik dan memasukkan 2 tetes kedalam tabung yang berisi
larutan I2
e.
Mencatat
waktu yang diperlukan pada saat menanbahkan campura pati saliva kedalam larutan
I2 tidak menimbulkan perubahan warna
6.
Tes penentuan
PH yang cocok untuk kerja saliva
a.
Menyiapkan 10
ml larutan buffer yang mempunyai PH 7dan 8
b.
Menambahkan 5
ml larutan pati 1% 2 ml NaCl 0,1 M dan 2 ml saliva encer (1:9) kedalam larutan
buffer
c.
Menempatkan
tanbung – tabung tersebut kedalam pemanas air pada temperatur 38oC
d.
Menambahkan
masing- masing tabung reaksi larutan I2 dengan catatan tabung
larutan yang Phnya antara 8-7,4 perlu
menanbahkan asam asetatagar suasana campuran menjadi asam sebelum menambahkan
larutan I2
e.
Menentukan
dalam tabung yang mana titik warna hilang terrcapai
7.
Efek senyawa
menghambat/ menghacurkan aktivitas bakteri pada amilase saliva
a.
Mengencekan 2
ml saliva dengan 8 ml air dan mengaduknya
b.
Menambahkan 1
ml saliva cair masing – masing kedalam 7
buah tabung reaksi
c.
Menambahkan 5
tetes toluen pada tabung 1, 5 tetes kloroform pada tabung 2, 5 tetes larutan
HgCl2 pada tabung 3,5 tetes larutan fenol 2%
tabung 4. 0,5mg pada tabung 5 dan 5 tetes air pada tabung 6
d.
Mebiarkan
selama 10 menit dengan sewaktu-
waktu mengocoknya
e.
Menambahkan 5
ml larutan pati 1% kedalam masing –masing
tabunng
f.
Menepatkan
masing –masing tabung kedalam penangas
air dengan suhu 380C selama
15 menit
g.
Membagi
masing –masing tabung menjadi dua bagian –bagian pertama menambahkan I2 dan tabung lain dengan pereaksi benedict
h.
Mencatat dan
mengamati masing –masing tabung .
F.
HASIL
PENGAMATAN
1.Tes Musin
5 ml saliva +tetes CH3COOH 0,1
M putih keruh di bagi 2
Aquades + 2 tetes benedict biru muda
Aquades + 2 tetes molish bening
2.Tes Tiosianat
5 ml saliva + 5 tetes FeCl 0,1 M kuning + 1 tetes
HCL 2NLarutan oramge muda. Kuning + 5 tees HgCl2 1%
orange muda. Kuning
5 ml aquadest + 5 tetes FeCl 0,1 M
Bening + 1 tetes HCl 2N
bening + 5 tetes HgCl 1%
bening
3.Tes Penyusun Senyawa Aroganik Saliva
15 ml saliva + CH3COOH
2 N .hingga ada
larutan beninng ,ada
saringFiltrat 3 mlsa
+HNO3 encer larutan bening + AgNO3
0,5 M
bening
3 ml saliva + HNO3 Larutan bening + 1
ml ammonium molibolat
Larytan
keruh ada
3 ml filtrat + HNO3 larutan bening + 1 ml
BaCl2 5% 2
lapisan
3 ml filtrat + 1 ml NH4C2O4 4% ada
4.Tes P engaruh
Temperatur Terhadap A ktivitas Pitralin
5 ml pati 1% + 2
tetes saliva encer (1:9) larutan putih + 10 cl setiap
interval
5, 10, 15
menit .(sesuai perlakuan
masing-masing )
Suhu
(0c)
|
Intervai
waktu
|
||
5
|
10
|
15
|
|
0
|
Biru keunguan
|
Biru keunguan
|
Ungu pekat
|
27
|
Kuning
|
Kuning
|
Biru keunguan
|
38
|
Biru
|
Biru
|
Biru
|
Air mendidih
|
Ungu
|
Ungu
|
Ungu pekat
|
5. Tes estimasi
ptialin
a. 10 ml pati 1% + NaCl 0,1 N 2 ml laruutan keruh
b. 3 ml aquadest + 3 tetes iod 0,001
M larutan keruh ( 8
buah tabung)
c. Larutan (a) + larutan (b) larutan biru tua
(2 tetes) (penambahan dilakukuan interval 30
detik – 4 menit)
Larutan biru pudar pada tabung ke-7
(pada waktu 3 menit; 30 detik)
6. tes penentuan PH
yang cocok
Ø
1 ml larutan buffer PH 8 + 1 ml
pati 1% + 1 ml saliva (1:9) panaskan
larutan keruh + 3 tetes CH3COOH larutan bening + iod 0,01 N 3
tetes larutan biru pudar
Ø
1 ml larutan buffer PH 7 + 1 ml
pati 1% + 1 ml saliva (1:9) panaskan
larutan keruh + 3 tetes CH3COOH larutan bening + iod 0,01 N 3
tetes larutan biru
7.Efek senyawa yang
menghambat/menghancurkan aktivitas bakteri pada amilase saliva
2 ml saliva + 8 ml air larutan bening 7 tabung(@ 1 ml)
Tabung
|
Penambahan
|
Panaskan
|
Endapan
|
Benedict
|
I2
|
1
|
Tuluen
|
ü
|
Biru keruh
|
Hijau
|
|
2
|
Kloroform
|
ü
|
Biru keruh
|
Hijau
|
|
3
|
HgCl2 1%
|
ü
|
Biru bening
|
Hijau
|
|
4
|
Fenol 2%
|
ü
|
Biru muda
|
Hijau
|
|
5
|
NaF
|
ü
|
Biru muda
|
Hijau
|
|
6
|
Air
|
ü
|
Biru muda
|
Hijau
|
|
7
|
-
|
ü
|
Biru tua
|
Hijau
|
G.
PEMBAHASAN
1.
Tes musin
Pada percobaan ini
ingin diketahui kandungan musing yang terdapat dalam saliva. Musin adalah suatu
zat kental dan licin serta banyak mengandung protein sehingga menyebabkan
saliva berfunsi untuk membasahi makanan dan sebagai pelumas yang memudahkan untuk
menelan makanan. Musin merupakan kompleks dari karbohidrat atau protein atau sering disebut
glikoprotein, Saliva memiliki dua jenis enzim yaitu amilase dan enzim.
Langkah
–langkah yang dilakukan pada pengujian musin ini adalahdengan mereaksikan salivadengan
asamasetat dan menghasilkan endapan putih. Penambahan asam asetat berfungsi
untuk mengendapkan musin yang terdapat didalam saliva. Kemudian larutan
tersebut dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama di uji dengan
benedictmenghasilkan larutan biru mudadan terdapat endapan putih. Sedangkan
pada bagian dua diuji dangan molish menghasilkan larutan cokelat muda dan
endapan putih. Endapan putih yang terbentuk merupakan glikoprotein yang
terlarut dalam saliva. Uji molish bertujuan untuk mengetahui kandungan
karbohidrat dalam saliva. Sedangkan uji benedict bertujuan untuk mengetahui
adanya gula pereduksi dalam saliva. Reaksi yang terjadi:
CH - CH 0
C2H12O6 HO-CH2-C C=C
+
0 H
2.
Tes tiosianat
Pada
percobaan ini akan dilakukan pengujian terhadpa ion SCN- yang
terdapat dalam saliva sebagi hasil pemecahan protein dengan senyawa blerang
dalam hati. Pengujian dilakukan dengan mereaksikan saliva dengan feCl2
dan Hcl pekat sebagai katalis.
Reaksinya;
3SCN- + Fe3+ Fe(SCN)3
(kompleks
berwarna merah)
Selanjutnya pada kompleks (Fe(SCN)3) yang terbentuk direaksikan
dengan larutan HgCl yang berfungsi untuk membentuk Hg(SCN)42-
yang tidak berwarna sehingga dapat membantu mengidentifikasi ion SCN-
pada saliva. Bila positif ion SCN- maka ditandai warna merah bata,
hal ini sesuai dengan hasil percobban yang kami lakukan. Warna kuning dari
endapan menandakan bahwa pada larutan hanya ada sedikit ion SCN-
yang terkandung dalam larutan, Reaksi yang terjadi :
4Fe(SCN)3 + 3 Hg2+ 3Hg(SCN)42+
+ 4Fe3+
3.
Tes senyawa
anorganik pada saliva
Pada percobaan ini akan diketahui senyawa- senyawa anorganik pada saliva.
Ion- ion yang ingi diuji yajtu PO42-,SO42-,dan
Ca2+. Uji ini dilakukan dengan cara mereaksikan saliva
dengan asam asetat yang berfungsi untu mengendapkan glikoprotein dan diperoleh
larutan bening dan terdapat endapan dari glikoprotein kemudian disaring dan
filtratnya digunakan untuk uji-uji ion anorganik.
a.
Ion PO43-
Filtrat direaksikan
dengan HNO3 encer yang bertindak sebagai katalis, lalu ditambahkan
amonium molibdat yang berfungsi sebagai bahan utama yang membentuk asam
molibdat dan diperoleh larutan keruh dan terdapat endapan yang berarti positif
mengandung ion PO43-. Adapun persaan reaksinya yaitu:
PO43- + 3 NH4MoO4 + 23H+ (NH4)3P(MoO10)3
+ 12 H2O
b. Ion SO42-
Filtratdireaksikandengan HNO3encerdan BaCl2
yang berfungsiuntukmengikat ion SO4membentukendapanputihdari BaSO4
yang menandakanpositifterhadap ion SO42-.Menurutteori, SO42-
yang terdapatdalam saliva
jumlahnyasangatsedikitsehinggajikamengendapkanmemungkintidakterjadinyaendapan.Kemungkinanbesarhalinilah
yang
menyebabkanpadahasilpercobaantidakterdapatendapanmelainkanhanyaberupalarutanbening
yang menandakan saliva yang diujitidakmengandung ion SO42-.Adapunreaksi
yang terjadiyaitu:
SO42- + BaCl2 + HNO3
BaSO4
+ HNO3 + 2Cl-
c.
Ion Ca2+
Filtratdireaksikandengan NH4C2O4
yang berfungsiuntukmengikat Ca2+membentukendapanputih.Hal
inisesuaidenganhasilpercobaan yang diperolehdimanaendapanputih yang
merupakanujipositifterhadap ion Ca2+.Adapunpersamaanreaksi yang
terjadiyaitu:
Ca2+ + NH4C2O4
CaC2O4
+ NH4
4.
TesPengaruhTemperaturTerhadapAktivitasPtialin
Padapercobaaniniingindiketahuipengaruh temperature
terhadapaktivitasenzim ptyalin.Enzim ptyalin dalam saliva merupakanenzim
amylase yang berfungsiuntukmemecahmolekulamilummenjadi maltose dengan proses
hidrolisis. Enzim ptyalin memilikisuhu optimum 38° C
untukbekerja.Padapercobaaninibertujuanuntukmembantudalammenentukansuhu yang
sesuaidengankerja ptyalin.
Selanjutnyalarutanpatidireaksikandengan saliva encerdanlarutaniodsehinggadiperolehlarutanberwarnabiru.Penambahaniodberfungsiuntukmengikatpati
yang akanmembentukkompleksberwarnabiru.
Secarateoriwarnabiruiniberasaldarimolekul amylase padalarutanpati yang
membentukkompleksdengan I2.Hal inisesuaidenganpercobaan yang diperoleh.Selanjutnyadiamatipemecahapatipada
interval 5, 10, 15 menit yang ditandaidenganhilangnyawarnabirupadatiaptabung.
Berdasarkanhasilpengamatandiketahuibhwaperlakuanpadasuhu 38° C
paling cepatwarnabiru.Warnalarutanhilangarti.Dalamhanyamemilikikecepatanpemecahanpati
yang paling tinggidibandingkanlainnya.Dalamhalinisuhu 38° C merupakansuhu
optimum untukkerjaenzim.Sedangkanperlakuan yang di tempatkanpada air
esmemilikiwaktu yang paling lama untukmemecahpati yang
ditandaidenganhilangnyawarnabirupadalarutanpati.Hal
inidikarenaknenzimmemilikirentanfsuhuuntukaktifbekerja.
Padasuhukamardan air es negative
karenapadasuhutersebutenzimbelumbekerjasecara optimal sedangpadasuhu 38° C dan
yang dididihkanmemberikanhasilpositifkarenapadasuhutersebutenzimbekerjasecara
optimum.
Berdasarkanhasilpercobaandiperolehtitikakromatikpadasuhu 38° C
karenapadasuhutersebutmenghasilkanwarnabirudanjugapadasuhu 38° C merupakansuhu
optimum kerjaenzim.
5. TesEstimasiPtialin
Padapercobaaninijugabertujuanuntukmengetahuiwaktuwaktu yang
diperlukanuntukpemecahanpati.NamunpadapercobaaninilarutanpatiterlebihdahuludireaksikandenganNaClkemudiandipanaskanpadapenangas
air padasuhu 38° C. FungsidariNaClyaitusebagaipenghambat proses pemecahanpati
agar dapatdiketahuiuntuk amylase yang terdapatdalam saliva.
Berdasarkanhasilpengamatan yang diketahuihanyapadatabung 7 yang
warnabirupudar, darihasilpengamataninisangattampakpengaruhNaCl yang
bertindaksebagai inhibitor (penghambat)
terjadinyapemecahanpatimeskipunditempatkanpadassuhu yang optimum enzim ptyalin.
Padapercobaaninidigunakanlarutan buffer yang
direaksikandenganlarutanpati, saliva danasamasetat.Pada saliva terkandung
buffer (penyangga) yang
membantumencegahpembusukangeligidenganmenetralkanasamdalammulut. Adapuntujuanpenggunaanlarutan
buffer mampumempertahankan pH baikdenganpenambahansediktiasam, basa,
dangaram.Padapercobaaninilarutan buffer yang digunakanadalahlarutan buffer
dengan pH 7 dan 8.
Dari hasil yang diperolehsetelahcampuranlarutan buffer
direaksikandengan I2makalarutan buffer yang deraksikandengan I2makalarutan
buffer yang mempunyai pH 8 lebihcepatdalampemecahanpati yang
ditandaidenganhilangnyawarnabirupadalarutandibandingkandengan buffer pada pH
7.Berdasarkanhasilpercobaandiketahuibahwa pH optimum saliva yaitupada pH
8.Penambahanasamberfungsi agar enzimbersifatinaktif.
7. EfekSenyawa
yang Menghambat/MenghancurkanAktivitasBakteripadaAmilase Saliva
Padapercobaaniniakandilakukanpengujianbeberapasenyawa
yang menghambatataumenghancurkanaktivitasbakteripada amylase saliva.
Senyawa-senyawa yang
dimaksudyaituHgCldanfenol.Padapercobaaninidilakukansetelahdipanaskanpadasuhu
38° C. darihasilpercobaandiperolehendapanputih, dariHgClkarena Hg
bersifatkorosifdalam saliva sehinggamerusakmetabolisme yang terdapatdalam
saliva. Padafenol yang bersifatasam, air, kloroform, toluene
danNaFbersifatnetralmenunjukkanbahwapadapereaksiini yang merupakansenyawa yang
dapatmenghambataktivitasbakteriadalahfenol.
Berdasakanhasilpengamatandiketahuibahwakloroform,
toluene, danNaFdapatmenghambataktivitasbakterisehinggaketikacampuranreaksi
(saliva+pati) dipanaskanpadasuhu 38° C
dandireaksikandenganiodmakadiperolehlarutanhijau. Hal inimenunjukkanbahwaenzim
amylase
bekerjadengancepatmenguraikanamilumdenganbantuanbakteri.Aktivitasbakteritidakdapatdihambatolehpereaksi
yang
bersifatnetralkarenaaktivitasbakterihamyaakanterhambatbiladireaksikandenganlarutan
yang sangatasamataularutan yang bersifatkorosif.
H. KESIMPULAN
DAN SARAN
1. Kesimpulan
a. Dalam
saliva terdapatmusin yang merupakansuatuglikoprotein
b. Padapengujiantiosianatdiperolehbahwakandungantiosianatdalam
saliva sangatsedikitditandaidenganterbentuknyaendapandanlarutan yang
berwarnakuning
c. Senyawaanorganikpada
saliva yaitu
i.
Ion PO43-ditandaidenganendapanputihdari
H2MoO4
ii.
Ion SO42-ditandaidenganendapanputihdari
BaSO4
iii.
Ion Ca2+ditandaidenganendapanputihdari
CaC2O4
d. Suhu
optimum untukkerjaenzim ptyalin yaitu 38° C
karenakecepatanpemecahanpatipadasuhuini yang paling
cepatditandaidenganhilangnyawarnabirupadalarutan
e. pH yang
cocokuntukkerja saliva adalah 7 karenapada pH inikecepatanpemecahanpaticepatditandaidenganhilangnyawarnabirupadalarutan
f. Senyawa
yang dapatmenghambataktivitaskerjabakteripada amylase saliva adalahHgCldanfenol
2. Saran
Diharapkan agar
praktikanmelakukanpercobaandengantelitidanmenyiapkan saliva sebelumpraktikumdanselalumenjagakebersihanalat
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim. 2010. Karakteristik Saliva. Online (http://titranputri.blogspot.com)
Diaksespadatanggal 16 Desember 2010
Anonim. 2010. Saliva. Online (http://dentistrymotor.wordpress.com)
Diaksespadatanggal 16 Desember 2010
Campbell, dkk.2004. BiologiEdisi 5 Jilid 3. Jakarta: Erlangga
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasarBiokimia. Jakarta: UI-Press
Soendoro. 1989. Prinsip-prinsipBiokimiaEdisiKedua. Jakarta: Erlangga
Wibraham, Antony C. 1992. Pengantar Kimia OrganikdanHayati. Bandung: ITB